Saat kita terpuruk, hal yang terindah yang mampu membangkitkan semangat kita adalah masa dimana kita pernah mengalami kejayaan. Kejayaan itu bisa berupa apa saja, seperti saat terindah dimana kita mulai bisa membaca Al Qur’an, saat dimana kita bisa setiap saat bangun di sepertiga malam dengan begitu mudahnya dan dengan leluasa memadu kasih dengan Rob tercinta, Allah SWT.
Juga bisa berupa kenangan tatkala kita meraih prestasi baik akademik maupun non akademik yang meruapakan aktifitas yang sangat kita sukai. Dan juga saat kita mampu memulai bisnis dengan modal yang nyaris tidak ada tetapi mampu menjadi bisnis besar bahkan beromset miliaran.
Bisa juga saat kita penuh dengan kedamaian bersama keluarga besar di tanah kelahiran kita, seperti yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW ketika lama hijrah ke Madinah. Beliau rindu akan kenangan dengan tanah kelahirannya, Makkah dan itu diungkapkan dengan sangat expresif dan diabadikan dalam hadist.
Yah, “Ruang Kenangan”, begitu saya menyebut dan Bung Karno mengingatkan kepada kita untuk selalu ingat pada kenangan masa lalu dan menyebutnya dengan “Jas Merah” (jangan sekali-kali melupakan sejarah) atau dalam bahasa manajemen seringkali para trainer menyebutnya dengan istilah “Moment Of Greatness” (masa-masa dimana kita mendapatkan & menemukan momentum prestasi puncak dalam hidup kita). Continue reading


Pembicaraan “sukses” senantiasa tidak ada habis-habisnya. Sudah banyak orang mengungkapnya juga buku yang ditulis sekian banyak orang banyak mengupas tema yang satu ini bahkan seminar-seminar yang diadakan sekian banyaknya tidak pernah sepi dari peserta. Pertanyaannya, siapa sih yang tidak kepengin sukses, saya yakin setiap orang kepengin sukses dengan versinya masing-masing.
Waktu pameran buku “How Book Are You” di gedung pemuda waktu yang lalu, aku langsung tertarik dengan buku kecil yang judulnya sangat dahsyat, “MENGUBAH TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN : Pengalaman Berbisnis Dengan Sandaran Al Qur’an”, terbitan Al Bayan-Mizan.
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama seperti hari kemarin dia termasuk orang yang merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dia termasuk orang yang celaka “
Bulan yang disebut didalam Al Qur’an adalah bulan Ramadhan, sehingga dia memiliki kekhususan. Ini karena aktifitas didalamnya yang penuh dengan keberkahan, diantaranya sebagai bulan yang diturunkan Al Qur’an dan banyak lagi keistimewaan lainnya. Tentu agar amaliyah Ramadhan ini dapat maksimal maka perlu bagi kita untuk mengenal Ramadhan dan aktifitasnya.