Posted by Arif Prasetyo | Posted on 22-07-2010
Category : Inspirasi
Tags: inspirasi bisnis, peluang bisnis
Tulisan di atas baru saja saya temukan diantara banyak file yang ada. Saya baru ingat kalau tulisan yang seperti itu pernah saya sampaikan saat saya mau menyampaikan materi, sekedar ice breaking saja sebenarnya. Saya tanya kepada seluruh audiens yang hadir saat itu, kira-kira tulisan seperti ini dibaca apa ya?.
“THEOPPORTUNITYISNOWHERE”
Dari sekian pertemuan, sebagain besar ternyata banyak yang menjawab pilihan pertama “THE OPPORTUNITY IS NOWHERE”, sedangkan yang membaca dengan pilihan kedua “THE OPPORTUNITY IS NOW HERE” itu hanya sebagian kecil saja.
Saya tidak tahu, ice breaking seperti ini dulu saya temukan dari mana yah, tapi ada juga sih manfaatnya meskipun kalau menurut orang jawa disebutnya sebagai “otak atik gathuk” he..he..betul nggak?. Kita ambil saja aspek positifnya sebagai bahan pelajaran bagi kita siapa tahu ada manfaatnya juga baik sekarang maupun di kemudian hari.
Pertama, dari aspek kandungan maknanya, the opportunity = peluang, selanjutnya terserah kita mau pilih yang mana lanjutan kalimat ini. Pilih yang pertama “is nowhere = tidak ada” yang artinya kita menganggap bahwa peluang itu tidak ada atau sudah tertutup juga boleh. Atau mau pilih yang kedua “is now here = sekarang ada disini” yang artinya kita menganggap bahwa peluang itu selalu ada dan selalu menghampiri kita juga tidak ada yang menyalahkan. → Continue
Posted by Arif Prasetyo | Posted on 29-06-2010
Category : Inspirasi
Tags: entrepreneurship, forum tda, tangan di atas, the miracle of giving
Bertemu dengan Haji Alay (penasehat TDA) adalah kesempatan yang luar biasa, karena banyak sekali inspirasi dan motivasi yang diberikan. Mendengarnya saja seperti sesuatu yang hidup yang bisa kita bayangkan seketika karena bukan hanya sekedar kata-kata tapi pengalaman hidup yang selalu disertai dengan tindakan atau “ACTION”.
Saya akan berusaha menyampaikan apa yang beliau katakan tentunya dengan bahasa saya waktu beliau menjadi pembicara di Forum TDA Surabaya di Hotel D’Season dan sharing terbatas malam harinya di Sandwich Carnival-nya Mas Jonathan, ahad 27 juni 2010 kemarin.
Pertama, beliau menyampaikan tentang hadist Rasulullahh SAW, “Yadul ‘ulya khairun mina yadis sufla”, yang artinya, “Tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah”. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadi tangan di atas alias selalu “memberi” dan bukan “meminta”. Disamping itu kita juga selalu diminta untuk bisa memberi manfaat bagi sesama tentunya sebesar-besarnya yang kita mampu. → Continue
Posted by Arif Prasetyo | Posted on 17-05-2010
Category : Entrepreneur, Inspirasi
Tags: entrepreneurship, guru bisnis, sukses bisnis
“Selama bertahun-tahun, saya telah menyaksikan banyak orang bercita-cita untuk sukses. Saya adalah salah seorang dari mereka, dan meskipun saya belum sampai di puncak, saya telah punya sebagian sukses yang bagus. Jadi, saya sering ditanya tentang apa “rahasia” sukses saya. Saya tidak menganggapnya sebagai rahasia, tapi masing-masing kita perlu punya sebuah rumusan yang akan berhasil untuk diri kita secara pribadi” (Donald J. Trump)
Berfikir Seperti Juara
”Pilihan terbaik untuk tiap individu adalah mencapai hal tertinggi yang mungkin dicapainya” (Aristoteles)
Para juara dilahirkan dan para juara juga bisa dibentuk. Salah satu definisi juara adalah seseorang yang memperlihatkan keunggulan menonjol dan definisi lainyya adalah seseorang yang menjadi pemenang pertama dalam suatu kompetisi. Yang saya fikirkan ketika melihat kemampuan menakjubkan mereka hádala banyak pelatihan yang mereka jalan, pengorbanan dan keberanian yang mereka punya untuk sampai di tempat mereka sekarang. Itu adalah beberapa atribut dari seorang juara. → Continue
ABU BAKAR ASH SHIDIQ & UMAR BIN KHATTAB
Pada saat Rasulullah SAW dan para Sahabat sedang menghadapi perang Tabuk, beliau Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat dalam rangka penggalangan dana. Ceritanya saat itu Umar Bin Khattab ingin mengalahkan Abu Bakar Ash Shidiq dalam hal bershadaqah. Ketika Rasulullah bertanya : “Siapa yang berinfaq pada hari ini ?”. Kemudian Umar mengacungkan tangan dan mengatakan : ‘Saya menginfaqkan separuh harta saya ya Rasulullah”.
Tapi kemudian semua sahabat terperanjat termasuk juga Umar ketika Abu Bakar Ash Shidiq mengacungkan tangannya dan mengatakan : “Saya menginfaqkan seluruh harta saya ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah bertanya : “Lalu apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar ?”. Jawab Abu Bakar : “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya yang aku tinggalkan untuk mereka”.
Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan, “Sampai kapanpun saya tidak akan dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar”. Karena Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan hanya separuh hartanya, Nah Lho…. → Continue
Posted by Arif Prasetyo | Posted on 27-01-2010
Category : Inspirasi
Tags: entrepreneurship, rahasia sukses, sahabat rasulullah, sukses bisnis
ABDURRAHMAN BIN AUF
Abdurrahman Bin Auf adalah seorang sahabat yang menjadi pengusaha kaya di Makkah. Dengan segenap ketrampilan dan intuisi bisnisnya dan tentu saja ridho Allah, beliau mengembangkan sayap bisnisnya dengan asset yang luar biasa besarnya pada saat itu. Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf meninggalkan seluruh hartanya dan siap memulai hidup baru dalam naungan Islam di Madinah.
Kisah yang sangat fenomenal telah diabadikan dalam shiroh nabawiyah, dimana saat itu Abdurrahman Bin Auf dipersaudarakan dengan sahabat Anshar (dari Madinah) yang bernama Sa’ad Bin Rabi’ Al Anshari. Oleh Sa’ad, Abdurrahman ditawari untuk memilih salah satu istrinya untuk dinikahi tapi beliau menolaknya. Juga ditawari untuk memilih salah satu kebun milik Sa’ad, tapi sekali lagi Abdurrahman menolaknya. Abdurrahman hanya minta ditunjukkan dimana PASAR berada.
Abdurrahman Bin Auf adalah sosok pengusaha kaya yang memiliki intuisi seorang entrepreneur. Pernah dalam suatu kesempatan beliau mengungkapkan :
“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”
Ini sekali lagi membuktikan bahwa Abdurrahman Bin Auf adalah seorang yang ulet dan selalu bisa melihat dan mengeksekusi peluang yang ada. Sehingga dalam waktu sekejap dengan modal NOL, beliau bisa menguasai pasar yang ada di Madinah. Sungguh luar biasa !!! → Continue