Featured Posts

Adakah Peluang : “THEOPPORTUNITYISNOWHERE” Tulisan di atas baru saja saya temukan diantara banyak file yang ada. Saya baru ingat kalau tulisan yang seperti itu pernah saya sampaikan saat saya mau menyampaikan materi, sekedar ice breaking saja sebenarnya....

Read more

Inspirasi Tangan Di Atas Dari Haji Alay Bertemu dengan Haji Alay (penasehat TDA) adalah kesempatan yang luar biasa, karena  banyak sekali inspirasi dan motivasi yang diberikan. Mendengarnya saja seperti sesuatu yang hidup yang bisa kita bayangkan ...

Read more

The Corporate Mystic Saya tertarik untuk menulis kembali isi buku yang sangat inspiratif ini setelah membaca buku “Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin” yang menceritakan hasil diskusi antara Pak Basuki Subianto (penulis)...

Read more

Think Like A Champion : Berfikir Juara & Menjadi Kaya “Selama bertahun-tahun, saya telah menyaksikan banyak orang bercita-cita untuk sukses. Saya adalah salah seorang dari mereka, dan meskipun saya belum sampai di puncak, saya telah punya sebagian sukses...

Read more

Think Like A Champion ! “Saya dijuluki negosiator ulung karena saya biasanya mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya bernegosiasi untuk menang, dan saya pun menang….Jangan biarkan ekspektasi membelenggu Anda. Kadang Anda...

Read more

  • Prev
  • Next

Sukses Itu PILIHAN

3

Category : Entrepreneur

Seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Huroiroh yang terkenal sebagai perawi hadist itu memang tergolong sebagai Ahlu Suffah, yaitu Sahabat Rasulullah saw. yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertempat tinggal di Suffah (tempat berteduh, masjid). Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya.

Jadi, ”miskin” mereka itu karena PILIHAN dan bukan karena tidak memiliki ketrampilan dalam mencari uang seperti peran ASRUL dalam sinetron ramadhan PPT (Para Pencari Tuhan) yang merupakan karya terbaik yang ditampilkan televisi sepanjang bulan ramadhan kemarin yang menemani sahur kita. Abu Huroiroh misalnya, dia selalu mengikuti kemanapun Rasulullah saw pergi untuk membukukan hadist, makanya tidak heran kalau kita banyak melihat hadist yang diriwayatkan Abu Huroiiroh.

Sementara ada sahabat lain yang KAYA secara finansial, sebut saja Ustman Bin Affan, Abu Bakar Ash Shidiq, Umar Bin Khottob, Abdurrahman Bin Auf, dll. Seperti yang saya kisahkan dalam tulisan terdahulu tentang Abdurrahman Bin Auf, bagaimana sahabat-sahabat ini memiliki naluri entrepreneur yang luar biasa dan bisa dikatakan “uang” yang mengejar mereka. Hal ini seperti perkataan abdurrahman Bin Auf  yang berbunyi :

“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”

Tapi jangan salah, mereka menaruh harta hanya sebatas di tangan dan bukan di hati, seperti yang diungkapkan Umar Bin Khottob. Jadi berinfak bagi mereka adalah suatu hobi yang takkan tergantikan. Lihat kisah Ustman Bin Affan dalam postingan saya sebelum ini dan juga kisah berlomba-lombanya para sahabat dalam menginfakkan hartanya di perang tabuk yang diabadikan dalam sebuah riwayat.

Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan sampai kapanpun saya tidak dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar. Karena Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan hanya separuh hartanya, Nah Lho.

Sekarang mari kita tengok kisah shalafus sholih setelah generasi sahabat yang juga tak kalah hebatnya dalam memaknai sukses.

Konon Imam Abu Hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang entrepreneur yang sangat berdaya. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan di tingkat (Khilafah & Kerajaan).

Dan karena saking mandirinya, beliau menjadi da’i yang sangat merdeka termasuk bisa menegur Khalifah pada saat itu untuk kembali kepada kebenaran. Sampai pada akhirnya beliau diminta menjadi Qodhi (=hakim) di Kekhilafahan dan beliau menolaknya dengan tegas. Karena pada masa itu, Qodhi di Kekhilafahan sama halnya sebagai tukang stempel saja, sama nggak ya dengan negeri kita saat ini ?

Menurut Imam Abu Hanifah, da’i harus berdaya dan memberdayakan. Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya bahkan sampai keluar negeri dengan biaya penuh darinya.

Dan jangan ditanya, assetnya kalau dikurskan denagan nilai sekarang mencapai 1.7 trilliun, lebih besar dari dana rakyat indonesia yang dibawa lari edi tansil dulu. edi tansil, tanya keumana..?

Jadi, jangan terlalu lama membuat pilihan. Semakin lama membuat pilihan semakin lama pula sukses akan menemui kita. Segera tentukan PILIHAN SUKSES kita, sebagai apa, kemana arah tujuan hidup kita…dst…..Mau sukses yang seperti ini ataukah yang seperti ini.

Arai, dalam tokoh ”Sang Pemimpi” nya Mas Andrea Hirata sering mengatakan :
“Bermimpilah,  karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

Juga ada pesan dari Mario Teguh “Golden Ways” yang mengatakan :
“kalau bermimpi sekalian yang besar. Kalau mimpinya kecil itu berarti rencana, maka kerjakan saja. Terus bekerja dengan selalu fokus pada apa yang kita miliki saat ini”

Salam Sukses Indonesia
Arif Prasetyo Aji

Comments (3)

[...] Bin Auf adalah sosok pengusaha kaya yang memiliki intuisi seorang entrepreneur. Pernah dalam suatu kesempatan beliau mengungkapkan : [...]

[...] pasti tidak pernah lepas dari tokoh yang satu ini. Di dalam diri sahabat inilah kita bisa melihat karakter pebisnis atau entrepreneurship yang patut diteladani. Disamping memiliki ketajaman bisnis yang menunjukkan sisi profesionalitasnya [...]

Casino 1277793843…

Casino 1277793843…

Post a comment