Tahun Baru, Resolusi Baru dan Sukses Baru

Tahun ini kita akan menghadapi tahun baru 1431 hijriyah dan tahun baru 2010 masehi yang hampir bersamaan. Tahun baru hijriyah mengawali pergantian tahunnya bertepatan dengan hari jum’at tanggal 18 desember 2009. Dan yang juga istimewa adalah mulai diputarnya Film Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata, yang merupakan Film kedua setelah suksesnya film sebelumnya, Laskar Pelangi.

Seolah ingin mengingatkan kita kepada Arai, teman Ikal yang sangat menginspirasi kita semua dengan mimpi-mimpi besarnya. Diantara yang pernah dilontarkan adalah :
“Tanpa mimpi dan harapan, orang-orang macam kita akan mati….”

Bicara tahun baru, mungkin perlu mengingat kembali kepada Film KungFu Panda, dimana ada dialog yang sarat makna yang pernah diucapkan oleh Master Ooguay, yaitu :

“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present.”

Yang pasti dari tahun baru ini adalah bertambahnya usia kita menjadi semakin tua. Atau kalau mau kita hitung mundur, jatah hidup kita untuk menikmati keindahan dunia ini semakin berkurang. Sehingga memaknai tahun baru dengan hura-hura tidaklah tepat jika ditinjau dari sini. Justru momentum pergantian tahun ini harus kita manfaatkan untuk merenungkan diri kita dan semakin mendekatkan diri kita dengan Allah SWT.

”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr (59) : 18)

Tomorrow Will Be Better

Saya pernah mendengar ungkapan atau hadist, yang kurang lebih isinya adalah seperti ini :
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka dia beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin maka dia celaka”

Kita harus merencanakan ”kebaikan” apa yang ingin kita capai di tahun mendatang. Kalau boleh usul, setidaknya ada tiga parameter yang bisa kita jadikan ukuran untuk menilai prestasi ”kebaikan” kita, yaitu : Kebaikan dari segi jasadiyah (kondisi fisik), ruhiyah (kapasitas spiritual) dan dari segi fikriyah (kapasitas intelektual).

Dari segi jasadiyah (kondisi fisik), kita seharusnya semakin bisa hidup sehat sesuai ketentuan yang kita buat sendiri. Mulai dari kondisi fisik yang kita inginkan sampai gaya hidup seperti apa yang kita harapkan bisa terlaksana di tahun mendatang. Memang secara usia kita semakin tua, tetapi kita harus punya jaminan untuk bisa tetap menjalankan aktifitas dengan kondisi fisik yang masih prima.

Dari segi ruhiyah (kapasitas spiritual), kita juga harus semakin matang dalam ibadah kepada-Nya. Kita tidak tahu kapan akan mendapat giliran untuk dijemput Malaikat Izrail. Sehingga tahun mendatang harus bisa kita pastikan peningkatan ibadah baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kalau sebelumnya jarang sholat di masjid maka ditambah sholat jama’ahnya, kalau belum terbiasa sholat sunnah mulai dibiasakan, kalau sedekah juga sudah tidak menghitungnya lagi ibaratnya sebagai investasi akherat.

Juga peningkatan interaksi kita dengan pedoman hidup, Al Qur’an yang selama ini kita tinggalkan mulai ditingkatkan kualitasnya, dan begitu seterusnya. Oh iya, yang belum pernah umrah atau haji, bisa merencanakan umrah ataupun haji bersama keluarga di tahun mendatang, insyaallah, amiin.

Dari segi fikriyah (kapasitas intelektual), kita pun harus bisa memastikan ilmu apa yang kta perdalam untuk meningkatkan kapasitas intelektual kita. Kalau perlu kuliah lagi bahkan ke luar negeri, kenapa tidak ?. Hal ini seiring dengan sukses seperti apa yang ingin kita raih di tahun mendatang. Bisa jadi kita belajar tentang ilmu yang selama ini berbeda dengan dunia kta saat ini.

Tomorrow Will Be More Successful


“Success is my right”
kata Mr. Andrie Wongso. Jadi sukses itu adalah hak setiap orang yang harus senantiasa direncanakan dan diusahakan keberhasilannya. Mumpung masih gratis kita harus mampu mendefinisikan sukses kita saat ini juga, seperti kisah Tukang Sapu Bisa  Naik Haji.

Kalau boleh usul lagi, setidaknya ada tiga parameter yang bisa kita jadikan ukuran sukses kita di masa mendatang, yaitu : sukses pribadi, sukses keluarga, sukses di masyarakat dan ummat.

Masing-masing harus kita definisikan bentuk suksesnya baru kemudian dirumuskan peran apa yang ingin diraih disamping juga apa yang harus dimiliki untuk mengukur suksesnya tadi. Dan yang terpenting adalah bekal apa yang kita penuhi untuk menggapai sukses tadi. Tentunya mencakup tiga kondisi kebaikan di atas (fisik, spiritual, intelektual).

Cahaya Baru Untuk Nusantara

Kalau semua penduduk negeri ini memilki aura positif (positive thinking) seperti ini maka insyallah kebangkitan tinggal menunggu waktunya saja. Keterpurukan yang selama ini mendera bangsa ini juga sirna secara perlahan, bencana yang selalu menghampiri kita sedikit demi sedikit berkurang dengan seijin-Nya.

Hanya do’a yang bisa selalu dipanjatkan agar negeri ini menjadi negeri yang diberkahi, menjadi negeri laksana surga di dunia. Amiin

Salam Sukses Indonesia !

Arif Prasetyo Aji
DienaztyFashion.com | JPMI Surabaya | IkaMasjidITS.com | Exist Bangun Nusantara

Add Your Comment